Rabu, 26 November 2008

Ketauhilah.....

Arti sebuah kata atau istilah harus dilihat dulu konteksnya
(bahasa gaulnya.....juntrungannya).
Ta'aruf keq....pacaran keq....PDKT.....atau apalah istilahnya.....
konteksnya adalah proses saling mengenal antara dua pihak atau lebih.
Tau kontekstualnya saja ternyata tidak begitu penting.....
mo dijawab apapun makna dari istilah Ta'aruf.....podo wae.....
tergantung sukanya apa mengartikan istilah Ta'aruf tersebut.
Yang terpenting adalah tindak lanjut....
dan sebab akibat dari ta'aruf itulah yang harus dicermati secara jeli.

Coba bayangkan kasus seperti ini....ada sepasang sejoli jatuh cinta.....proses ta'arufnya dijalani seperti halnya kebanyakan orang muda berpacaran .....namun karena sehati dan sepenanggungan akhirnya sejoli tsb menikah secara wajar dan dinaungi dengan mawaddah warohmah.....walaupun dalam proses ta'arufnya bertype pacaran. Usut punya usut ternyata mereka berlaku pacaran karena kekurangan ilmu dalam hal tata pergaulan yang didasari nilai2 Ad-din Islam..... namun niat suci tuk berumah tangga ternyata menjadi modal utama yang menghantarkan keduanya ke gerbang marhamah mawaddah wa rohmah.....dan saat ini keduanya juga beranjak dari kejahilan menuju keluarga sakinah yang penuh keberkahan...... Subhanalloh. Terkadang kita terjebak oleh istilah2 yang bernuansa keislaman tapi kontekstual dan niatan dalam suatu perkaranya terpaut jauh dengan "goyyah" hakiki yang ditujui dalam Ad-dinul al-Aslama.... apalah arti sebuah istilah......jika nilai hakikinya selalu di"interpensi" oleh selera dan keterbatasan pemahaman dari sang pelaku walaupun tampilan lahir dan kebahasaannya di-Arab-arabin....... Walahu'alam
Baca selengkapnya…

Nah Lho!!!! Shisha Lebih berbahaYa Ketimbang Rokok

Now bareng teman sambil rame-rame menikmati shisha...
so pasti gaul abis. Tapi siapa nyana, ternyata menghisap 1 shisha
setara dengan 15 hingga 52 batang rokok.
Itu baru kandungan karbon monoksidanya.
Sedangkan kandungan tar 1 shisha setara dengan 27 hingga 102 batang rokok!
Begitulah hasil penelitian laboratorium nasional Prancis,
Laboratoire National d'Essais (LNE),
yang disampaikan oleh Agen Antitembakau Prancis (OFT).

Laporan tersebut menyebutkan shisha merupakan sumber utama polusi udara di area tertutup dan sekitarnya. Tak heran, karena ternyata shisha lebih berbahaya ketimbang rokok.
"Satu shisha setara dengan sekitar 70 hisapan rokok," sebut Presiden OFT Bertrand Dautzenberg seperti dilansir AFP.
Ada 3 tipe rokok Arab dari Timur Tengah itu yang dites. Tipe 1 shisha dengan karbon ringan berjumlah sedikit. Tipe 2 shisha dengan karbon ringan berjumlah banyak. Tipe 3, shisha dengan karbon alami bervolume sedikit.
Lalu ada 3 parameter yang digunakan sebagai ukuran perbandingan dengan rokok, yakni jumlah tar, karbon monoksida, dan nikotin.
Untuk 70 liter asap yang yang diproduksi shisha, tar yang terkandung pada tipe 1 adalah 319 miligram, atau 32 kali melewati batas yang ditetapkan Eropa untuk sebatang rokok.
Sementara shisha 2 mengandung tar 266 miligram, atau 27 kali melebihi batas rokok. Sedangkan shisha tipe 3 mengandung tar 1.023 miligram, atau 102 kali melebihi batas rokok.
Karbon monoksida yang terkandung pada shisha tipe 1 yakni 17 kali melebihi batas rokok, tipe 2 sebanyak 15 kali, dan tipe 3 sebanyak 52 kali.
Kadar nikotin yang terkandung pada shisha tipe 1 dan 2 setara dengan sebatang rokok, sedangkan tipe 3 setara dengan 6 batang rokok.
Meski shisha memang dinikmati beramai-ramai, tapi sepertinya harus pikir-pikir lagi untuk menghisapnya.
Baca selengkapnya…

Jumat, 21 November 2008

stRez eNjOy

sRy mSh dLm PeRbAiKaN Baca selengkapnya…